Pemkab Kukar Optimalkan Data Tunggal untuk Percepat Penanganan Stunting

Plt Kepala Dinsos Kukar Yuliandris

CATATAN.CO, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat program pengentasan stunting dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) sebagai basis penyaluran bantuan sosial.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kukar, Yuliandris, menyebut DTSN kini menjadi acuan utama dalam menentukan penerima manfaat program perlindungan sosial. Data tunggal ini mengintegrasikan tiga sumber, yakni DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi), serta P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem).

“Dengan DTSN, bantuan bisa lebih terarah. Program yang dijalankan pemerintah benar-benar sampai ke keluarga yang membutuhkan, khususnya anak-anak rentan stunting,” jelas Yuliandris.

Ia mencontohkan, Program Keluarga Harapan (PKH) diperuntukkan bagi keluarga di kategori desil 1 hingga 4, sedangkan program lain seperti beasiswa pendidikan bisa menjangkau hingga desil 5. “Di atas desil 6 sampai 10 sudah dikategorikan mampu, jadi tidak lagi menjadi sasaran,” tambahnya.

Meski pemerintah daerah melakukan efisiensi anggaran, Yuliandris memastikan program bantuan langsung tetap berjalan, mulai dari bantuan tunai, permakanan, hingga alat bantu disabilitas. “Program perlindungan sosial masih aman dan tidak terdampak signifikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, jumlah penerima manfaat terus diperbarui mengikuti proses verifikasi dan validasi. Karena itu, data yang paling mutakhir hanya bisa diakses melalui sistem DTSN.

Lebih lanjut, Yuliandris menegaskan penanganan stunting tidak hanya tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan harus melibatkan lintas sektor. Peran Dinas Sosial, menurutnya, penting untuk memastikan pemenuhan gizi keluarga melalui dukungan bantuan sosial, terutama untuk kelompok rentan.

“Harapannya, dengan pemanfaatan DTSN, intervensi di bidang kesehatan, pendidikan, maupun perlindungan sosial bisa terintegrasi dan saling menguatkan. Dengan begitu target penurunan angka stunting di Kukar dapat tercapai,” pungkasnya. (adv)