Syukuran dan Halal Bihalal, Rahmat Dermawan Ajak Masyarakat Jaga Semangat Kebersamaan

Catatan.co, Samarinda – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan syukuran dan halal bihalal yang digelar Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, Rahmat Dermawan, bersama masyarakat. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan nonton bareng film dokumenter yang merekam perjalanan politiknya selama lebih dari satu tahun menjabat sebagai wakil rakyat.

Dalam kesempatan itu, Rahmat Dermawan mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi atas perjalanan politiknya sekaligus bentuk rasa syukur atas dukungan masyarakat yang telah membersamainya sejak awal perjuangan hingga kini duduk di kursi DPRD Kutai Kartanegara.

“Jadi hari ini kita melaksanakan nonton bareng sebagai refleksi perjalanan karier politik saya selama kurang lebih satu tahun lebih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara. Refleksi ini sekaligus mengingatkan saya di mana awal perjuangan saya dan awal kebersamaan saya bersama masyarakat di tiga kecamatan,” ujarnya.

Menurut Rahmat, film dokumenter yang ditayangkan tersebut bukanlah sebuah skenario, melainkan rekaman perjalanan nyata yang dialami bersama masyarakat. Karena itu, ia menilai kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa masyarakat memiliki hak konstitusional dan politik yang harus digunakan secara baik dan benar.

“Film ini bukan melalui skenario, tetapi memang perjalanan dokumenter kami selama menjabat. Peristiwa-peristiwa yang ditampilkan adalah kejadian nyata yang kami alami bersama masyarakat,” jelasnya.

Rahmat juga mengaku terharu melihat antusias masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Sepanjang penayangan film, banyak warga yang menunjukkan emosi, mulai dari rasa bangga hingga haru karena merasa menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

“Di luar ekspektasi saya, ternyata antusias masyarakat sangat tinggi. Tadi sepanjang jalannya film banyak masyarakat yang histeris, ada juga yang haru karena memang peristiwa yang ditampilkan adalah peristiwa nyata yang mereka alami bersama kami,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rahmat juga memaparkan sejumlah aspirasi masyarakat yang telah berhasil direalisasikan selama dirinya menjabat. Salah satunya adalah program bantuan bagi pelaku UMKM di wilayah pesisir serta dukungan bagi pekerja rentan seperti tukang dan buruh melalui penyediaan perlengkapan kerja dan pelatihan.

Selain itu, ia juga menaruh perhatian pada pembangunan infrastruktur dasar di kawasan pesisir yang selama ini dinilai masih minim. Salah satu contohnya adalah perbaikan jembatan di wilayah RT 11 Sanga-Sanga Muara yang selama ini menjadi akses utama masyarakat nelayan dan petani.

“Itu berada di Sanga-Sanga Muara, tepatnya di RT 11 yang lokasinya di bagian ujung. Kami sudah dua kali melakukan perbaikan jembatan di sana sekitar 200 sampai 300 meter dan juga membangun satu dermaga sebagai tempat tambatan perahu nelayan,” ungkapnya.

Rahmat menilai perhatian terhadap wilayah-wilayah pinggiran sangat penting, mengingat selama ini masih banyak masyarakat pedesaan yang belum tersentuh pembangunan secara optimal. Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak hanya dijadikan objek politik pada saat pemilu saja.

“Masyarakat di pedesaan ini sering kali hanya menjadi komoditas politik. Mereka didatangi saat pemilu atau pilkada saja. Setelah itu, tidak ada lagi program yang benar-benar sampai kepada mereka. Ini harus menjadi pengingat bagi kita semua, terutama para politisi,” tegasnya.

Selain membahas pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, Rahmat juga menyinggung pengembangan sektor pariwisata di Kutai Kartanegara, termasuk rencana penyelesaian pembangunan waterboom di kawasan wisata Pulau Kumala.

Ia menyebut pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk penyelesaian fasilitas tersebut pada tahun ini sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan wisata Pulau Kumala.

Lebih jauh, Rahmat menilai pengembangan sektor pariwisata tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah semata. Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui kelompok sadar wisata dan ekonomi kreatif menjadi kunci agar sektor pariwisata dapat berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

“Wisata itu ekosistem yang dibangun bersama. Tidak bisa hanya pemerintah saja. Masyarakat juga harus terlibat melalui kelompok sadar wisata, ekonomi kreatif, dan berbagai inisiatif lain agar wisata kita bisa berkembang,” pungkasnya.