Dari Organisasi ke Kepemimpinan: Strategi Dispora Kaltim Bangun SDM Pemuda Tangguh

Catatan.co, Samarinda – Menyadari bahwa kepemimpinan masa depan harus dibentuk sejak dini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur mengambil langkah progresif dengan memperkuat pembinaan organisasi kepemudaan. Upaya ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, tapi investasi strategis untuk pembangunan manusia unggul di masa depan.

Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma, menyatakan bahwa organisasi kepemudaan adalah tempat terbaik untuk belajar kepemimpinan sosial secara langsung.

“Organisasi kepemudaan adalah sekolah sosial bagi anak muda. Di situlah mereka belajar mengambil peran, mengenal dinamika masyarakat, dan membentuk karakter kepemimpinan yang akan sangat dibutuhkan di masa depan,” tuturnya.

Penegasan Agus ini senada dengan konsep civic education, yaitu pendidikan kewargaan yang mendorong partisipasi aktif warga muda dalam proses sosial dan demokratis. Organisasi pemuda menyediakan ruang nyata untuk praktik keterlibatan dan tanggung jawab sosial.

Dispora Kaltim menyasar organisasi di berbagai tingkatan, dari komunitas pelajar, karang taruna, hingga lembaga kepemudaan berbasis agama dan budaya. Program ini dirancang tidak sekadar menyalurkan anggaran, tetapi membangun ekosistem pembinaan yang inklusif dan berbasis potensi lokal.

“Ini bukan kerja satu pihak saja. Kita terus bangun jejaring agar semangat kepemudaan bisa menjangkau lebih banyak daerah dan memperkuat solidaritas sosial di tengah tantangan zaman,” kata Agus.

Agus juga menekankan pentingnya membekali pemuda dengan keterampilan abad ke-21, termasuk berpikir kritis, adaptabilitas, dan literasi digital.

“Keterampilan-keterampilan ini telah terbukti secara empiris berkontribusi besar terhadap keberhasilan individu dalam karier profesional maupun kepemimpinan sosial,” jelasnya.

Dispora tidak hanya ingin membentuk pemuda aktif, tetapi juga pemuda yang solutif dan visioner. Pembinaan ini dirancang agar pemuda tidak hanya kritis terhadap persoalan sosial, tetapi juga mampu menciptakan solusi berbasis komunitas secara mandiri.

“Inilah bentuk investasi kita ke masa depan. Membina pemuda hari ini, untuk menciptakan pemimpin hebat di masa depan,” tutup Agus.