CATATAN.CO, TENGGARONG – Sebanyak 237 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih resmi terbentuk di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sejak diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto pada 21 Juli lalu. Koperasi ini tersebar di 193 desa dan 44 kelurahan di 20 kecamatan, mulai dari pesisir hingga hulu Kukar.
Tepat sebulan setelah diresmikan, koperasi-koperasi tersebut langsung digerakkan untuk mengoptimalkan potensi lokal. Pemerintah Provinsi Kaltim bersama Kementerian Koperasi dan Pemkab Kukar menggelar Sosialisasi Kemitraan, Pembiayaan, dan Aplikasi Microsite di Kantor Camat Tenggarong, Kamis (21/8/2025).
Kepala Disperindagkop UKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menegaskan koperasi Merah Putih hadir untuk memberi nilai tambah bagi masyarakat desa dan kelurahan. “Koperasi ini diberikan amanah untuk membawa masyarakat mendapatkan nilai dari sumber daya mereka masing-masing. Sosialisasi ini juga untuk membangkitkan semangat pengurus dan pengawas koperasi dalam merancang bisnis yang tepat,” jelasnya.
Tak hanya konsolidasi internal, kegiatan ini juga membuka peluang kemitraan strategis. Sejumlah BUMN dan BUMD hadir untuk menjajaki kerja sama dengan koperasi. “Sekiranya cocok nanti akan dimitrakan, sehingga potensi desa dan kelurahan bisa lebih terpasarkan dengan baik bagi masyarakat,” tambah Heni.
Plt Kepala DiskopUKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, menyebut antusiasme para pengurus koperasi sangat tinggi. Hal ini menunjukkan semangat besar mereka untuk memulai usaha berbasis potensi lokal. “Kami sangat mendorong agar setiap koperasi memetakan potensi desa dan kelurahan. Dari situ, pasar untuk produk mereka bisa dipersiapkan,” ujarnya.
Thaufiq memastikan koperasi Merah Putih di Kukar akan terus mendapat pendampingan. Mulai dari pembinaan usaha, penciptaan jejaring bisnis, hingga peluang ekspor. “Selanjutnya kami bersama Pemprov Kaltim akan menajamkan sektor bisnis yang bisa diangkat koperasi, apakah itu olahan sampah atau usaha lokal lainnya. Intinya, potensi yang ada akan kita dorong agar bisa naik kelas,” tegasnya.
Kehadiran Koperasi Merah Putih di Kukar diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, memperkuat kemandirian desa, dan membuka jalan bagi produk-produk lokal agar bisa bersaing lebih luas. (adv)




