Catatan.co –Marak Penculikan Anak: Negara Gagal Menjamin Keamanan. Maraknya penculikan anak akhir-akhir ini menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat, khususnya para orang tua yang mempunyai balita. Tidak sedikit kasus yang terkuak dan menjadi terbuka dengan diawali kasus penculikan anak yang terjadi di Makassar.
Seperti dilansir oleh Tribunnews.com, peristiwa penculikan Bilqis Ramdhani (4) masih menjadi perbincangan publik. Bilqis Ramdhani menjadi korban penculikan di Taman Pakui Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (2-11-2025).
https://m.tribunnews.com/regional/7755267/cara-penculik-bilqis-tipu-suku-anak-dalam-akui-punya-surat-resmi-minta-uang-ganti-adopsi-rp85-juta
Motif di Balik Penculikan
Dari kasus yang terjadi pada Bilqis di Makassar, tentu saja ada motif yang melatar belakanginya. Apa pun yang menjadi latar belakang berbagai kasus penculikan tersebut, tentu sebagai orang tua wajib waspada. Untuk itulah perlu adanya kerja sama antara masyarakat dan negara dalam upaya melindungi anak-anak yang notabene adalah warga negara.
Peran negara di sini sangatlah penting dalam menciptakan suasana lingkungan yang aman dan tenteram sehingga masyarakat tidak dihantui dengan kasus-kasus penculikan dan semisaljya. Adanya jaminan keamanan bagi warga menjadi tugas utama dari pemerintah sebagai penguasa dan institusi tertinggi di negeri ini.
Dari kasus-kasus penculikan yang terjadi, rata-rata motif penculik adalah uang. Hal ini membuktikan bahwa saat ini negara abai terhadap warganya, terutama dalam hal menjamin kesejahteraan ekonomi masyarakat. Oleh karenanya, saat ini banyak orang yang nekat melakukan berbagai hal untuk mendapatkan uang dengan cara-cara keji. Hal ini dikarenakan kebutuhan hidup yang semakin sulit dipenuhi.
Bukan hanya kasus penculikan yang bikin ngeri saat ini, berbagai kasus kejahatan juga terjadi akibat impitan ekonomi yang semakin sulit, susahnya mencari lapangan pekerjaan, dan maraknya PHK, tentunya semua itu memicu tindakan-tindakan kriminal.
Jadi, wajar jika saat ini semakin banyak orang yang putus asa dan melakukan hal-hal nekat yang membahayakan dirinya dan orang lain.
Negara Wajib Melindungi Rakyatnya
Seperti sebuah mata rantai yang tersambung, peristiwa kehidupan saat ini tidak terlepas dari tanggung jawab seorang pemimpin. Negara tentu saja bertanggung jawab penuh akan adanya keamanan dan ketenangan hidup rakyatnya.
Negara tidak boleh egois hanya memperhatikan kesejahteraan jajaran anggota pemerintahannya saja. Namun, perlu diingat ada ratusan juta rakyat di bawahnya yang wajib dilindungi, dan diurus, diperhatikan kebutuhan hidupnya, dipenuhi segala sesuatunya, baik dari kebutuhan sandang, pangan, maupun papan, kesehatan, pendidikan, terlebih kebutuhan akan rasa aman dalam berinteraksi sosial dengan masyarakat lainnya.
Dari kasus yang terjadi pada ananda Bilqis, alhamdulillah masih bisa ditemukan dalam kondisi hidup dan sehat, walaupun sudah dioper ke sana-ke sini, tetapi nasib mujur itu belum tentu terjadi pada anak lain. Tidak sedikit anak yang diculik berakhir dengan duka, anaknya meninggal bahkan ada juga yang tidak ditemukan bertahun-tahun.
Baca Juga: Gaza Belum Baik
Tentu saja hal ini perlu adanya kerja keras dari pemerintah agar kasus-kasus serupa tidak terjadi Sikap tanggap terhadap tindak kejahatan sangat penting dimiliki oleh para penegak hukum, jangan sampai rakyat mengalami kesulitan dalam melapor ke pihak berwajib karena kendala birokrasi. Karena tugas negara adalah melindungi dan menjamin keselamatan rakyatnya.
Islam Menjamin Ketenangan Hidup
Ketenangan hidup hanya akan diperoleh jika negara saat ini betul-betul me-riayah rakyatnya dengan hukum yang bersumber dari Sang Khalik. Negara tidak akan membiarkan rakyatnya hidup dalam ketakutan, baik karena faktor ekonomi ataupun faktor keamanan dalam negerinya. Pemimpin sejati akan selalu berada di garda terdepan dalam melindungi rakyatnya sehingga rakyat akan merasa aman dalam menjalani kehidupannya.
Dalam Islam tindak kejahatan akan dihukum sesuai kejahatannya, hukum Islam bukan hanya sebagai penebus dosa di akhirat kelak. Namun, hukum Islam juga akan membuat jera para pelaku sehingga mereka akan berpikir ribuan kali untuk melakukan tindakan kriminal.
Sebagaimana tercantum dalam QS. Asy Syura: 40
”Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. Asy-Syura: 40)
Dan hanya dalam Islamlah kehidupan aman, tenteram dan nyaman akan terwujud.
”Barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al-Maidah : 32)
Wallahu a’lam. []
Penulis: Haryani, S.Pd.I
Pendidik di Kota Bogor




