CATATAN.CO, PASER – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Yenni Eviliana, kembali menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) Ke-9 di Desa Tempakan, Kecamatan Tanjung Aru, Kabupaten Paser, pada 20 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk membangun kesadaran politik masyarakat desa agar lebih aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi di tingkat lokal.
Dalam kegiatan tersebut, Yenni menjelaskan bahwa demokrasi bukan hanya sekadar pesta lima tahunan, tetapi merupakan sistem yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat setiap saat. Ia menekankan pentingnya memahami hak dan kewajiban warga dalam menentukan arah pembangunan daerah.
“Demokrasi tidak akan berjalan sehat jika masyarakat hanya menjadi penonton. Kita semua memiliki peran untuk mengawasi, memberikan masukan, dan memastikan kebijakan pemerintah sesuai dengan kebutuhan rakyat,” ujar Yenni dalam sambutannya di hadapan peserta PDD.
Lebih lanjut, Yenni menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari komitmen DPRD Kaltim dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya di daerah pedesaan. Menurutnya, pemahaman politik yang baik akan menciptakan warga yang cerdas dalam menentukan pilihan dan kritis terhadap kebijakan publik.
“Pendidikan politik bukan untuk mengarahkan pilihan masyarakat, tapi untuk membuka wawasan agar masyarakat mampu menilai dan mengambil keputusan dengan bijak,” tambahnya.
Yenni juga mengapresiasi antusiasme warga Desa Tempakan yang hadir dan aktif berdiskusi dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, semangat masyarakat desa dalam memahami demokrasi menunjukkan bahwa kesadaran politik di daerah terus tumbuh dengan baik.
“Partisipasi seperti ini harus terus dijaga. Dengan semakin banyak masyarakat yang melek politik, maka demokrasi kita akan semakin matang dan berkeadaban,” tegasnya.
Kegiatan PDD Ke-9 ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara warga dan narasumber. Yenni berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Tempakan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Paser dalam membangun kesadaran politik dan menjaga nilai-nilai demokrasi di tingkat lokal.




