BONTANG – Viralnya video pembagian menu pengganti Makanan Bergizi (MBG) berupa satu buah kelapa muda di SDN 001 Muara Badak memicu beragam komentar warganet di media sosial (medsos) Facebook maupun Instagram selama beberapa hari ini.
Dalam video yang beredar luas di medsos itu, siswa tampak menerima satu buah kelapa muda yang dibungkus tas keresek, sehingga muncul persepsi seolah bantuan makanan hanya berupa satu item tersebut.
Menindaklanjuti berita viral tersebut, Polres Bontang bergerak cepat melakukan deteksi dan pengumpulan bahan keterangan pada Sabtu (14/02/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Langkah ini dilakukan guna memastikan fakta di lapangan dan mencegah berkembangnya opini keliru di tengah masyarakat.
“Menindaklanjuti video yang viral, Polres Bontang telah melakukan klarifikasi langsung kepada pihak terkait,” ujar Kasi Humas Polres Bontang AKP Dany, Sabtu (14/2/2026).
Hasil penelusuran kepolisian menunjukkan, peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Kamis (05/02/2026) di Dapur SPPG Gas Alam Badak 1, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Menu kelapa muda yang diberikan kepada siswa-siswi sebenarnya bagian dari pengganti hari libur akibat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) guru. Bahkan berdasarkan klarifikasi pihak SPPG, menu yang dibagikan kepada siswa bukan hanya satu buah kelapa muda.
Setiap penerima manfaat kata AKP Dany, memperoleh satu paket lengkap yang terdiri dari kelapa muda, roti abon ukuran sedang, telur rebus, serta susu. Dijelaskannya bahwa, penggantian menu menjadi kelapa muda ini dilakukan karena keterbatasan ketersediaan buah pada minggu tersebut.
Buah jeruk yang tersedia tidak diberikan dengan pertimbangan kesehatan apabila dikonsumsi bersamaan dengan susu. Setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah, maka disepakati penggunaan kelapa muda sebagai alternatif.
Dari keterangan guru, sebanyak 262 siswa menerima paket tersebut dan menyambutnya dengan antusias. Namun, video yang beredar di beberapa akun medsos hanya menampilkan momen pembagian kelapa muda saja tanpa memperlihatkan keseluruhan isi paket, sehingga memunculkan persepsi yang tidak utuh.
“Hasil pengecekan, menu yang diberikan itu bukan hanya kelapa muda, tetapi satu paket lengkap sesuai ketentuan,” tegasnya.
Polres Bontang pun mengimbau masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) agar tidak mudah terpengaruh oleh potongan video yang beredar, tetap bijak dalam menggunakan medsos.
Ia menekankan pentingnya memastikan kebenaran informasi terlebih dulu sebelum membagikannya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kegaduhan di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh potongan video tanpa konteks dan tetap bijak dalam bermedia sosial,” pungkasnya.


