IHSG Anjlok 2,16% ke 5.814 Sesi I Hari Ini

IHSG Anjlok 2,16% ke 5.814 Sesi I Hari Ini

CATATAN, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok pada sesi I perdagangan Kamis (15/10/2026). Hingga pukul 11.10 WIB, IHSG terpantau parkir di level 5.846 atau turun 1,6% seperti dilaporkan Detik Finance.

Koreksi bahkan semakin dalam menjelang akhir sesi I. IHSG ditutup sesi I di 5.814,72 atau anjlok 128,30 poin (-2,16%).

Baca juga: Viral Gubernur Kaltim di Singapura, Ini Faktanya

Sejak pembukaan, IHSG sudah menunjukkan tanda koreksi dalam. Setelah dibuka di 5.917,13 dan sempat menyentuh 5.898, IHSG terus melandai hingga ke level terendah 5.804 atau sekitar -1,9%.

Data RTI Business

Data RTI Business mencatat volume 22,43 miliar saham dengan nilai Rp 8,57 triliun. Sebanyak 621 saham melemah, hanya 80 menguat dan 89 stagnan.

Baca juga: Kapolri Suyudi Ario Seto Sambangi Kejagung Perkuat Sinergi Hukum

Tekanan juga terlihat di semua sektor. Sektor energi terkoreksi paling dalam -3,71%, disusul barang baku -3,40% dan barang konsumen siklikal -3,03%.

inflasi Amerika Serikat

Biang keroknya adalah inflasi Amerika Serikat. Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan koreksi sejalan dengan bursa global pasca rilis inflasi AS September yang menguat ke 3,7% YoY, masih jauh dari target The Fed 2%.

Baca juga: OTT di BNPB, KPK Sita Uang Rp 1,4 Miliar dan Emas Batangan

Inflasi 3,7% membuat pasar khawatir The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dan berpotensi menaikkan suku bunga satu kali lagi sebelum akhir 2026. Imbal hasil US Treasury bertahan di atas 5% sehingga memicu capital outflow dari negara berkembang termasuk Indonesia.

Pelemahan tidak hanya di Indonesia. Straits Times Singapura turun 0,90% ke 5.374, Straits Shanghai Composite -1,98%, Hang Seng Hong Kong -1,47% dan Nikkei 225 Jepang ambrol -4,71% ke 64.555.

Di dalam negeri, saham big cap ikut tertekan. BREN -5,17% ke Rp 2.200, PTRO -5,34% ke Rp 3.900, DSSA -5,59% ke Rp 845 dan HRTA -7,39%. Saham bank seperti BBCA, BBNI, BBRI dan BMRI juga kompak melemah tipis.

Secara teknikal, analis menilai IHSG sudah jebol support psikologis 5.850 dan gagal bertahan di atas 6.000. Pola head and shoulders mengindikasikan risiko bearish lanjutan jika asing masih net sell.

Investor disarankan mencermati area support di 5.839 dan 5.704 serta resistance di 6.019.