Gaza, Trump dan Sumud Flotilla

Gaza, Trump dan Sumud Flotilla

Catatan.co – Gaza, Trump, dan Sumud Flotilla. Eskalasi penyerangan Israel di Gaza makin intens. Sejak meletusnya perang ini pada Oktober 2023, Israel tidak pernah berhenti membom dan menembaki warga Gaza. Genjatan senjata yang terjadi pun diwarnai oleh pengkhianatan Israel. Bangsa ini terlalu bebal untuk sekadar genjatan senjata atau kecaman dari dunia internasional.

Ikut Campurnya Trump

Hampir dua tahun perang antara Gaza dan Israel akhirnya mendapat perhatian dari Amerika. Trump sebagai Presiden Amerika, merasa berhak ikut campur dengan dalih sebagai mediator.

Akan tetapi, dunia sudah hafal akan tingkah Trump selaku presiden Amerika tersebut. Negara ini sama halnya dengan serigala berbulu domba yang menampilkan perdamaian bak pahlawan. Namun, di belakang juga ikut menikam Gaza dengan berbagai bantuan militer dan finansial kepada Israel. Bahkan ketika hukum internasional menuntut Israel, Amerikalah bangsa terdepan yang menjadi pembelanya.

Saat ini, Trump tengah memberi “peringatan terakhir” kepada Hamas. Dalam peringatan tersebut, Hamas diminta untuk menyetujui genjatan senjata dengan membebaskan seluruh sandera. Ia menambahkan, bahwa hal ini adalah peringatan terakhir bagi Hamas. Jika Hamas tidak menyetujuinya, maka Hamas dan Gaza akan menerima konsekuensi yang akan dilancarkan Israel dan Trump.

https://www.metrotvnews.com/read/NG9CQq0d-trump-keluarkan-peringatan-terakhir-gencatan-senjata-gaza-ke-hamas

Inilah wajah congkak negara adidaya. Ia merasa menjadi pengatur dan pewaris dunia sehingga semua harus taat pada ketentuannya.

Pengkhianatan Negeri Muslim

Jamak diketahui, bahwa apa pun yang dilakukan Israel dan Amerika pada Gaza dan Palestina didiamkan oleh negeri-negeri muslim lainnya. Bahkan, mereka dengan sadar telah mengkhianati Gaza dengan melakukan normalisasi hubungan demi perekonomian.

Yang paling menyakitkan, pemimpin negeri muslim di sekitarnya, baik secara langsung maupun tidak, telah membantu Israel dengan aksi-aksi yang dapat melancarkan penjajahan Israel terhadap Gaza. Pembangunan tembok di Mesir, pembukaan jalur darat negeri-negeri muslim ketika Terusan Suez ditutup Yaman, dan sebagainya adalah pengkhianatan nyata pemimpin kaum muslim.

Umat Bergerak dengan Sumud Flotilla

Dengan banyaknya drama yang disuguhkan oleh dunia internasional terhadap pembantaian di Gaza. Rakyat di dunia akhirnya muak dengan segala regulasi kosong dalam penyelamatan Gaza.

Rakyat di berbagai negara akhirnya mengambil langkah nyata dengan melayarkan kapal-kapal kemanusiaan dan aksi, di antaranya adalah Navi Marmara pada tahun 2010, disusul Madleen di bawah naungan Flotilla, The Global March to Gaza, dan yang terbaru adalah gerakan Global Sumud Flotilla.

Semua aksi solidaritas tersebut, nyatanya tidak menumbangkan semangat Israel dalam membombardir Gaza. Mirisnya, mereka anggap tuntutan para relawan dunia sebagai angin lalu.

Baca Juga: Derita Gaza

Gerakan ini memang tidak banyak memengaruhi eskalasi yang terjadi. Akan tetapi, gerakan ini menandakan masih ada yang peduli pada Gaza. Gaza sebenarnya tidak sendiri, ia hanya sedang terisolasi oleh penjajahan.

Gaza dan Gerakan Umat Islam

Nabi saw. pernah bersabda,

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم)

Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Muslim No. 4685)

Inilah hakikat kaum muslim. Jika ada sebagian muslim yang terluka, tertindas, bahkan terbunuh, maka harusnya kaum muslim lainnya akan bereaksi keras untuk segera memberi pertolongan. Tidak berlarut-larut hingga korban menjadi 60 ribu jiwa sebagaimana yang terjadi pada Gaza.

Realitas umat hari ini terpecah karena paham sekuler dan individualis yang ditanamkan oleh Barat. Di sisi lain, paham nasionalisme juga diembuskan untuk memberi sekat pada satu bangsa dari bangsa lain. Hingga umat hari ini tak memiliki rasa persaudaraan pada kaum muslim lainnya. Padahal, Gaza tengah menantikan datangnya segolongan umat terbaik yang akan membebaskan mereka dari belenggu penjajahan. Golongan yang menjadikan Islam sebagai landasan hidup dan bernegara.

Umat butuh satu komando dan satu peraturan yang mengikat. Peraturan yang berlandaskan syariat Islam. Dengan negara yang menerapkan Islam, dan bersatunya kaum muslimin dalam satu komando, maka tidak mustahil Gaza dengan mudah akan dibebaskan.

Perbedaan Hidup dalam Dua Ideologi

Dunia telah dipimpin ideologi kapitalisme selama lebih dari 100 tahun. Namun, bukannya makin bagus, dunia sedang menuju masa kehancurannya. Di semua lini kehidupan terjadi bencana dan kemaksiatan. Kezaliman penguasa merajalela, hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah terjadi di mana-mana. Inilah hasil 100 tahun kapitalisme memimpin.

Berbeda dengan ketika Islam memimpin peradaban dunia. Pendidikan maju dengan banyaknya penulis dan penemu sebagaimana yang terjadi pada masa Abbasiyah. Kesehatan rakyat terlindungi, pun ketika sakit mendapat perawatan gratis dari negara.

Pegawai negara seperti guru pun diberi gaji yang sangat cukup. Bahkan riwayat menyatakan bahwa gaji terendah guru dalam sistem Islam ada pada masa Dinasti Ayyubiyah sebesar 40 dinar. Jika hari ini satu dinar dihargai sebesar lima juta, maka bisa dipastikan bahwa gaji guru pada masa itu adalah ratusan juta di masa sekarang.

Khatimah

Harapan Gaza merdeka di bawah kapitalisme tidaklah nyata. Bahkan ia hanya angan-angan belaka, sebab sudah puluhan tahun Gaza dan Palestina berjuang. Namun, kekosongan yang mereka dapatkan. Gaza hanya bisa dibebaskan dengan negara yang menerapkan Islam, dengan bersatunya kaum muslim dalam satu komando terpusat, yakni Daulah Islam. Allahu a’lam. []

Penulis: Ummu Aisyah

(Aktivis Muslimah)