Catatan.co, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim terus menyaring bibit unggul calon pemimpin muda melalui tahapan seleksi Pendidikan Kader Pemimpin Daerah (PKPMD). Kini, 60 peserta melangkah ke tahap wawancara setelah sebelumnya berhasil melalui ujian tertulis.
Empat peserta lainnya dinyatakan tidak lolos karena ketidakhadiran atau tidak mencapai nilai minimal 50 persen dari 50 soal yang diberikan.
Dalam wawancara, para peserta tidak hanya ditanya soal teknis, tetapi juga harus memaparkan pandangan strategis dan ide konkret untuk Kalimantan Timur.
“Yang pertama mereka akan menyampaikan pandangannya tentang kinerja seorang pemimpin. Dan yang kedua, mereka diminta memaparkan ide atau gagasan tentang pembenahan Kalimantan Timur ke depan,” ujar Rusmulyadi, Subkoordinator Kepemimpinan Dispora Kaltim.
Format ini dirancang untuk menggali kedalaman pemikiran peserta sekaligus memperkuat kualitas kaderisasi kepemimpinan di daerah.
“Karena ini program pelatihan kepemimpinan, kita ingin melihat sejauh mana mereka memahami peran pemimpin, sekaligus bagaimana mereka menempatkan diri sebagai bagian dari solusi untuk daerahnya,” tambahnya.
Wawancara akan dilakukan secara daring pada 2 Juni 2025 guna memastikan partisipasi dari peserta di seluruh wilayah Kaltim.
Setelah tahap ini, hanya 50 peserta terpilih yang akan melanjutkan ke pelatihan intensif sebagai bagian dari upaya Dispora menyiapkan pemimpin daerah berkompeten dan visioner.




