CATATAN.CO, TENGGARONG – Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi dicanangkan, Minggu (20/7). Kick off pencanangan dipusatkan di Kecamatan Kota Bangun dengan apel di Dermaga Desa Kota Bangun Ilir, sekaligus menjadi tanda dimulainya rangkaian kegiatan selama satu bulan ke depan.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin hadir membuka secara resmi kegiatan tersebut. Aulia menegaskan, BBGRM bukan hanya agenda tahunan, melainkan bagian dari upaya melestarikan budaya gotong royong yang sudah mengakar dalam masyarakat.
“Tagline Betulungan Etam Bisa esensinya adalah gotong royong. Kita tidak harus menunggu BBGRM untuk melakukannya, karena landasan filosofis visi misi Kukar Idaman Terbaik memang dibangun dari semangat gotong royong itu sendiri,” tegas Aulia.
Ia menambahkan, penyelesaian persoalan daerah harus dilakukan bersama-sama melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah. Hal ini juga tercermin dari program Rp150 juta per RT yang digelontorkan Pemkab Kukar melalui BKKD. Dana tersebut bisa digunakan untuk operasional RT, kegiatan sosial, hingga program pengentasan kemiskinan sesuai kebutuhan wilayah.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Kukar juga menyerahkan penghargaan kepada desa dan kelurahan pelaksana gotong royong terbaik 2025. Desa Karang Tunggal (Tenggarong Seberang) dinobatkan sebagai terbaik I, disusul Desa Sumber Sari (Marangkayu) dan Desa Sambangah (Tabang). Untuk kategori kelurahan, penghargaan diraih Kelurahan Melayu dan Kelurahan Loa Ipuh dari Kecamatan Tenggarong.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada sepuluh desa dengan tata kelola keuangan terbaik tahun 2025. Penilaian dilakukan berdasarkan prinsip akuntabilitas, transparansi, partisipasi, dan ketertiban administrasi.
Adapun desa yang masuk daftar tersebut yakni: Desa Perian dan Desa Tanjung Batuq Harapan (Muara Muntai), Desa Umaq Tukung (Tabang), Desa Mulawarman dan Desa Karang Tunggal (Tenggarong Seberang), Desa Wonosari (Kota Bangun Darat), Desa Melintang (Muara Wis), Desa Tuana Tuha (Kenohan), Desa Loa Kulu Kota (Loa Kulu), serta Desa Tanah Datar (Muara Badak). (adv)




