Komitmen Nyata Pemprov Kaltim, BST 2025 Sentuh 7.300 Warga Rentan di 10 Daerah

Catatan.co, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat jaring pengaman sosial melalui realisasi Program Bantuan Sosial Terencana (BST) tahun 2025. Program ini menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat rentan mendapatkan dukungan yang layak dan berkelanjutan.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan bahwa seluruh target penyaluran BST tahun ini telah terealisasi sepenuhnya. Sebanyak 7.300 penerima manfaat di 10 kabupaten dan kota telah menerima bantuan melalui 112 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). “Tahun 2025 semua terealisasi. Ini wujud perhatian Pemprov Kaltim agar kesejahteraan dapat dirasakan masyarakat hingga ke pelosok,” ujarnya.

BST difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, seperti bantuan pangan, sandang, serta alat bantu bagi penyandang disabilitas. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial, sehingga pelayanan sosial tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga terukur dan berkelanjutan.

Sebaran penerima manfaat mencakup Kota Samarinda dengan 2.043 penerima, disusul Kutai Kartanegara sebanyak 976 penerima dan Paser sebanyak 959 penerima. Selain itu, bantuan juga menjangkau Balikpapan, Bontang, Kutai Barat, Berau, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, hingga Mahakam Ulu.

Program ini tidak hanya menyasar panti sosial milik pemerintah, tetapi juga lembaga sosial swasta dan masyarakat. Pendekatan kolaboratif ini memperluas jangkauan pelayanan dan memastikan tidak ada kelompok rentan yang terabaikan.

Penyaluran dilakukan melalui enam Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) panti sosial milik Pemprov Kaltim yang bekerja sama dengan 112 LKS di berbagai wilayah. Sinergi tersebut memperkuat efektivitas distribusi bantuan sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Dengan realisasi penuh BST 2025, Pemprov Kaltim menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berpihak pada kelompok rentan. “Pemerataan ini bukan hanya angka, tapi bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk masyarakat Kaltim,” tutup Gubernur.