Hak Rakyat Terabaikan, Peran Negara Dipertanyakan

Hak Rakyat Terabaikan, Peran Negara Dipertanyakan

Catatan.co – Hak Rakyat Terabaikan, Peran Negara Dipertanyakan. Akhir-akhir ini publik dihebohkan dengan tragedi memilukan. dialami seorang balita 4 tahun. Balita tersebut menderita infeksi cacingan akut dan TBC. Tubuhnya mengeluarkan banyak cacing di mulut, hidung, kemaluan, dan anusnya hingga menyebabkan anak tersebut meninggal dunia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan penyebab kematian balita asal Sukabumi, Jawa Barat, bernama Raya, bukan disebabkan oleh cacing gelang yang ditemukan dalam tubuhnya. Raya meninggal akibat infeksi berat yang berujung pada sepsis. “Raya meninggal bukan karena cacingan, tetapi karena infeksi yang menyebar ke seluruh tubuhnya,” kata Budi usai seminar kesehatan di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, pada Jumat, dikutip dari Antara.

Budi menjelaskan, infeksi berat yang menyebabkan sepsis pada Raya diduga dipicu oleh penyakit yang telah diderita selama berbulan-bulan, seperti batuk berdahak berkepanjangan. Ia menyebut kemungkinan diagnosis awal mengarah pada meningitis atau tuberkulosis (TBC). “Selama tiga bulan, dia batuk berdahak tanpa henti, tubuhnya melemah, sehingga bakteri menyebar ke seluruh tubuh. Itu yang disebut sepsis,” ujarnya.

(https://kumparan.com/kumparannews/menkes-soal-raya-bocah-sukabumi-meninggal-bukan-karena-cacingan-tapi-infeksi-25i9GRHdVOC)

Ironi Kesehatan dalam Kapitalisme

Penyebab Raya mengalami infeksi cacingan dikarenakan kondisi tempat tinggalnya yang jauh dari layak dan support system keluarga yang lemah. Ayah sakit-sakitan, ibunya adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), sehingga Raya tidak mendapatkan perhatian khusus secara optimal. Begitupun respons para pejabat dan pihak terkait mengenai kasus Raya baru muncul setelah kabarnya mencuat ke publik.

Mirisnya lagi, yang mengevakuasi Raya bukanlah pihak yang semestinya bertanggung jawab, bukan juga tetangga atau masyarakat sekitar. Akan tetapi, hanya sebuah entitas sosial kemasyarakatan yang mengandalkan bantuan dana dari para donatur. Tak pelak, kasus Raya menjadi sorotan dan mengundang empati yang begitu besar dari masyarakat.

Kasus Raya menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan di negeri ini belum mampu memberikan jaminan kesehatan bagi rakyatnya, termasuk anak-anak. Banyak fenomena rakyat miskin, tidak mampu hidup dengan sehat, asupan tidak bergizi, hunian tidak layak, dan hidup di lingkungan kumuh sehingga kualitas kesehatan sangat rendah dan kematian menjadi satu keniscayaan.

Baca Juga: Kasus Raya

Inilah fakta nyata, rusak dan buruknya sistem pelayanan kesehatan dan jaminan kehidupan dalam sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini. Negara abai dalam memberikan perlindungan bagi hak rakyat miskin dan lemah. Mereka dibiarkan hidup dalam kondisi sulit dan lingkungan yang tidak sehat.

Solusi Islam

Dalam Islam, tragedi kehidupan semisal kasus Raya ini tidak akan terjadi. Karena kesehatan merupakan tanggung jawab negara. Negara wajib menjamin hak, kesejahteraan dan menyantuni kalangan yang lemah.

Negara juga menyediakan semua sarana untuk pengobatan serta mengeluarkan dana untuk mengurusi pasien dan kebutuhan masyarakat, agar penyakit tidak menyebar. Semua pasien diperlakukan sama, baik kaya ataupun miskin, dan tidak akan dipersulit dalam hal dokumen. Mereka berhak langsung ditangani tanpa syarat administrasi.

Dengan demikian, kondisi sosial masyarakat pun terjaga dalam Islam. Kepedulian di antara masyarakat akan terbangun sehingga seorang muslim tidak akan membiarkan tetangga/saudaranya berada dalam kesulitan. Mereka akan bersegera menolong.

Alhasil, proses pelayanan kesehatan akan berjalan dengan pengobatan gratis, cepat prosedur mudah, serta dapat diakses oleh semua kalangan. Di sinilah pentingnya keterlibatan antara individu, masyarakat, dan negara sehingga menjadi satu kesatuan yang saling bersinergi dalam pelaksanaan kesehatan yang memadai.

Dalam Islam, negara bertanggung jawab atas nafkah keluarga agar mendapat sandang, pangan, papan, dan lingkungan hidup yang cukup, baik, dan sehat. Sehingga tidak ada fenomena kemiskinan ekstrem seperti yang banyak terjadi saat ini. Sungguh rakyat akan mendapatkan kesejahteraan yang layak. Namun, hal ini akan terjadi ketika Islam memimpin dunia. Beralihnya sistem kufur kepada sistem Islam.

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.“(QS. Al-Araf : 96) Wallahu’alam bishawab.[]

Penulis: Rina Karlina

(Aktivis Muslimah)