Pemkab Kukar Luncurkan 237 Koperasi Merah Putih, Perkuat Keuangan Desa dan Kelurahan

Peluncuran 237 Koperasi Merah Putih di Kukar yang dipusatkan di Desa Tanah Datar, Muara Badak (Istimewa)

CATATAN.CO, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi meluncurkan Koperasi Merah Putih di 237 desa dan kelurahan, Senin (21/7). Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat kemandirian keuangan dari tingkat desa hingga kelurahan.

Peluncuran berlangsung serentak secara nasional melalui Zoom Meeting, dengan Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, dipilih sebagai lokasi pusat kegiatan di Kukar. Acara juga dirangkai dengan penyerahan bantuan mesin pengolah pakan ternak dari PT Lana Harita Indonesia untuk desa setempat.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan koperasi harus menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi desa. Ia mengapresiasi langkah Desa Tanah Datar yang telah mengembangkan unit usaha ayam petelur dan budidaya ikan lele melalui koperasi.

Dengan modal awal Rp130 juta, usaha ayam petelur kini memiliki 350 ekor ayam dengan omzet sekitar Rp6 juta per bulan. Regenerasi ayam dilakukan setiap satu setengah tahun untuk menjaga produktivitas.

“Ini bukan sekadar pencapaian administratif, tapi contoh konkret bagaimana koperasi desa bisa tumbuh dengan cepat dan sehat,” ujar Aulia.

Desa Tanah Datar sendiri menjadi salah satu pionir koperasi di Kukar. Setelah Desa Segihan, desa ini termasuk tercepat menggelar musyawarah koperasi dan bahkan tercatat sebagai koperasi desa pertama di Kalimantan yang mengantongi sertifikat AHU dari Kementerian Hukum dan HAM.

Aulia menambahkan, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai alat distribusi, tetapi juga wadah produksi dan penguatan fiskal desa. Tiga sektor usaha diprioritaskan pada tahap awal, yakni distribusi elpiji 3 kilogram, layanan transaksi keuangan melalui perbankan, serta distribusi pupuk bersubsidi.

“Ketiganya bisa dijalankan tanpa izin tambahan, asalkan koperasi sudah sah terdaftar. Sinergi dengan BUMDes juga penting agar penguatan fiskal berjalan seimbang, baik untuk pembangunan fisik maupun nonfisik,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemkab Kukar juga tengah menyiapkan misi dagang internasional pada 2026 ke negara-negara dengan jalur penerbangan langsung ke Kaltim, seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Produk lokal dari desa akan diproyeksikan untuk menembus pasar ekspor, seiring dengan penguatan sektor pariwisata, pertanian, ekonomi kreatif, dan usaha non-ekstraktif lainnya.

“Kita ingin ekonomi desa tumbuh bukan hanya dari dalam, tapi juga dari luar. Kunci meningkatkan fiskal adalah mendatangkan orang sekaligus membawa produk kita ke pasar internasional,” ungkap Aulia.

Menurutnya, penguatan koperasi merupakan strategi besar Kukar menghadapi transisi ekonomi pasca-batu bara. Sebab, APBD Kukar diproyeksikan turun signifikan dari Rp11 triliun pada 2025 menjadi Rp7–8 triliun pada 2026, akibat menurunnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor ekstraktif.

“Semoga koperasi desa bisa menjadi penguat fiskal desa dan kelurahan kita ke depan,” tutup Aulia. (adv)