Sekolah Google di Kukar Jadi Sorotan Internasional, Jepang Pelajari Transformasi Digital Pendidikan

Kunjungan Google Indonesia dan Jepang di SMPN 3 Tenggarong (Istimewa)

CATATAN.CO, TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mencatat prestasi di dunia pendidikan. Program digitalisasi sekolah yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar menarik perhatian Google Indonesia dan Google Jepang. Tim gabungan kedua negara melakukan kunjungan langsung ke empat SMP negeri di Kukar, Senin (29/7) hingga Selasa (30/7), untuk meninjau penerapan teknologi pembelajaran berbasis digital.

Sekolah yang dikunjungi meliputi SMPN 7 Muara Kaman, SMPN 1 Tenggarong, SMPN 6 Loa Kulu, dan SMPN 3 Tenggarong. Masing-masing sekolah menampilkan praktik pembelajaran dengan memanfaatkan perangkat dan aplikasi Google for Education yang telah menjadi bagian dari aktivitas belajar sehari-hari.

Plt Kabid SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, mengatakan Kukar dipilih sebagai daerah rujukan karena dianggap berhasil melakukan transformasi digital di tingkat sekolah menengah pertama.

“Kukar merupakan satu-satunya kabupaten di Indonesia dengan SMP negeri yang telah menjadi sekolah rujukan Google. Bahkan kami memiliki jumlah kandidat sekolah rujukan terbanyak di Indonesia,” ungkap Emy saat mendampingi rombongan di SMPN 3 Tenggarong.

Project Manager Google for Education, Tiffany Santosa, menyebut Kukar sebagai salah satu daerah dengan adopsi teknologi pendidikan tercepat dan terluas di Indonesia.

“Guru-guru di sini sudah beradaptasi dengan teknologi dan proses belajar mengajarnya berjalan sangat baik,” ujar Tiffany.

Ia menambahkan, Google tidak hanya menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga pelatihan intensif bagi guru. Menurut Tiffany, hal itu menjadi pembeda utama program Google for Education dibandingkan penyedia layanan serupa.

Kunjungan kali ini juga menjadi istimewa karena melibatkan tim dari Google Jepang yang tengah menjalankan program digitalisasi pendidikan di negaranya.

“Mereka ingin melihat bagaimana pembelajaran digital dapat berjalan efektif di wilayah non-perkotaan yang memiliki keterbatasan infrastruktur. Bahkan mereka mengakui beberapa inovasi yang diterapkan di Kukar belum banyak dilakukan di Jepang,” kata Tiffany.

Saat ini, Kukar telah memiliki 23 kandidat sekolah rujukan Google dan satu sekolah yang sudah resmi menjadi rujukan nasional, yaitu SMPN 7 Muara Kaman. Pemerintah daerah menilai keberhasilan ini sebagai bukti bahwa transformasi digital dapat meningkatkan mutu pendidikan, bahkan di daerah yang jauh dari pusat kota. (adv)