MUARA BADAK – Ramainya perbincangan di media sosial (medsos) soal video viral siswa sekolah dasar di Kutai Kartanegara (Kukar) yang menerima satu buah kelapa muda dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 001 Muara Badak akhirnya mendapat tanggapan resmi dari pihak penyedia dapur.
SPPG Dapur Gas Alam Badak Satu menilai bahwa potongan video yang beredar telah memunculkan persepsi yang tidak utuh di tengah masyarakat.
Dalam tayangan singkat yang viral sejak Jumat (13/2/2026) itu, terlihat siswa hanya menerima satu buah kelapa muda, sehingga menimbulkan anggapan bahwa itulah satu-satunya menu yang dibagikan.
Pada Sabtu (14/2/2026), Kepala SPPG, Abdi Nolima, menegaskan bahwa kelapa muda hanyalah bagian dari paket makanan yang disalurkan pada hari tersebut. Ia menyebut, dokumentasi yang tersebar memang tidak memperlihatkan keseluruhan menu.
“Yang tampak di video hanya salah satu item. Padahal siswa menerima paket lengkap sesuai perencanaan menu hari itu,” katanya, Sabtu (14/2/2026).
Abdi menjelaskan, distribusi dilakukan pada Kamis (05/2/2026) dari dapur SPPG di Muara Badak, Kabupaten Kukar, Kalimantan Timur (Kaltim). Saat pelaksanaan itu, terdapat dua jenis paket yang diberikan kepada siswa.
Paket pertama berupa menu ringan terdiri dari kelapa muda, roti abon, telur rebus, dan susu. Sementara paket kedua adalah menu utama berisi nasi putih, telur kecap, tahu goreng tepung, tumis wortel dan jagung, serta potongan semangka sebagai buah.
Menurutnya, pemilihan kelapa muda sebagai bagian dari menu mempertimbangkan unsur variasi dan kesegaran. Namun ia mengakui, karena bukan menu yang lazim dalam MBG, kemunculannya secara tunggal dalam video memicu berbagai spekulasi.
Ia juga menyebutkan, video tersebut awalnya merupakan dokumentasi kegiatan pembagian makanan oleh pihak sekolah. Sayangnya kata Abdi, minimnya penjelasan dalam unggahan membuat publik menilai informasi secara parsial.
“Kami memahami munculnya pertanyaan dari masyarakat. Ini menjadi pembelajaran bagi kami agar lebih jelas dalam menyampaikan informasi,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, ia akan memperbaiki koordinasi dengan sekolah terkait publikasi kegiatan dan memastikan setiap dokumentasi disertai keterangan lengkap.
SPPG berharap klarifikasi ini bisa memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan MBG di Muara Badak dan meredakan polemik yang sempat berkembang.
“Atas terjadinya insiden viralnya menu yang kami berikan, saya beserta staff mohon maaf. Kami akan memperbaiki sistem perencanaan menu pada dapur kami. Ke depannya, kami akan lebih berhati-hati dalam menjalankan program ini,” tutupnya




