CATATAN, Samarinda – Viral Gubernur Kaltim di Singapura, Ini Faktanya
Media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto yang viral Gubernur Kaltim (Kalimantan Timur), Rudy Mas’ud, yang berada di Singapura. Foto yang menunjukkan ia sedang sarapan bersama keluarga di sebuah hotel mewah itu viral tepat saat Kalimantan Timur tengah berjuang melawan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Banyak warganet yang mempertanyakan etika dan empati pemimpin daerah ketika warganya harus menghirup asap setiap hari. Namun benarkah Gubernur berlibur di saat krisis?
Baca juga: Kapolri Suyudi Ario Seto Sambangi Kejagung Perkuat Sinergi Hukum
Fakta di balik foto viral
Fakta di balik foto viral tersebut akhirnya diungkap oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengonfirmasi bahwa foto tersebut memang benar adanya dan diambil pada Minggu pagi, 11 Oktober 2026, di kawasan Marina Bay Sands, Singapura. Namun konteksnya bukanlah liburan.
Baca juga: ISPU 118: Balikpapan Stop Sekolah 3 Hari
Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Ririn Sari Dewi
Menurut Ririn, Rudy berada di Singapura untuk menjalani medical check-up atau pemeriksaan kesehatan rutin di Mount Elizabeth Hospital, salah satu rumah sakit rujukan di Singapura.
“Ya, Bapak itu kan dapat izin kemarin dari Pak Mendagri untuk check up kesehatan. Alasan kesehatan sih,” jelas Ririn kepada wartawan, Selasa (13/10/2026).
Ririn menambahkan, jadwal pemeriksaan sengaja diambil di akhir pekan agar tidak mengganggu agenda kedinasan. Bahkan, Gubernur disebut tetap menjalankan tugas hingga detik terakhir sebelum berangkat.
Baca juga: Presiden Prabowo Minta Karhutla Segera Diatasi Tanpa Menunda
Agenda Gubernur
Jika dirunut, agenda Gubernur dalam sepekan terakhir memang sangat padat. Pada Kamis 8 Oktober, ia masih mendampingi Menko AHY di ITK Balikpapan. Jumat 9 Oktober, ia meresmikan Bank Jatim di Balikpapan. Sabtu 10 Oktober, ia terbang ke Bandung untuk acara Golkar, dan malamnya langsung ke Singapura.
Pemeriksaan dilakukan Minggu, dan Senin 12 Oktober ia sudah berada di Jakarta sebelum kembali ke Kaltim pada Selasa 13 Oktober.
Baca juga: Upaya Pemadaman Udara Karhutla Sumsel Belum Berhasil Maksimal
Lalu bagaimana soal izin? Ririn menyebut Gubernur telah mengantongi izin lisan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, sementara izin tertulis menyusul karena berangkat di akhir pekan. Biaya perjalanan, akomodasi, dan rumah sakit pun diklaim menggunakan dana pribadi, bukan APBD.
Klarifikasi ini belum sepenuhnya meredam kritik. Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menilai momen keberangkatan tersebut kurang tepat.
“Masyarakat lagi susah, tunjukkan empati. Jangan malah foto-foto di Singapura,” ujarnya di Senayan.
Bahkan media Malaysia, Sinar Harian, ikut memberitakan dengan nada menyindir, menyebut Gubernur Kaltim berada di luar negeri saat wilayahnya sendiri diselimuti jerebu.
Di sisi lain, warga Samarinda mengaku pasrah dengan asap. Zumaira (45), warga Sempaja Utara, mengaku harus memakai masker setiap hari.
“Pakai masker terus, dari pasar sampai rumah. Asapnya tebal,” keluhnya.
Hingga kini, tim gabungan BPBD, TNI-Polri, dan Manggala Agni masih berjibaku memadamkan titik api di beberapa kabupaten. Pemprov Kaltim memastikan penanganan karhutla tetap berjalan meski Gubernur sempat berada di luar daerah.
Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang komunikasi publik di era media sosial. Satu foto tanpa konteks bisa menjadi bola liar yang memicu spekulasi. Penting bagi pejabat publik untuk memberikan klarifikasi cepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat yang sedang terdampak bencana.




