Allah, Tuhanku dan Tuhanmu

Allah, Tuhanku dan Tuhanmu

Catatan.co – Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Manusia diciptakan oleh Allah Swt. sebagai makhluk yang paling sempurna. Dia mempunyai akal sedangkan makhluk hidup ciptaan Allah lainnya tidak diberikan akal. Dengan adanya akal, kita sebagai manusia bisa berpikir dan mengambil tindakan yang tepat.

Tindakan yang tepat adalah tindakan yang selalu dilandasi dengan sistem Islam. Syariat yang datangnya dari Allah inilah yang merupakan jalan yang lurus. Dalam QS. Ali Imran: 51 Allah Swt. berfirman,

إِنَّ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۗ هَٰذَا صِرَٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ

Innallâha rabbî wa rabbukum fa‘budûh, hâdzâ shirâthum mustaqîm

Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu. Oleh karena itu, sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.”

Dari ayat ini, kita kembali belajar bersama untuk menadabburi ayat Al-Qur’an. Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu. Kita bersama meyakini bahwa Allah Swt. itu hanya satu. Tidak ada Tuhan yang lain selain Dia-lah yang Maha Esa.

Jadi tidak ada tuhan yang lebih dari satu. Jika tuhan itu lebih dari satu, tentunya masing-masing tuhan akan berebut kekuasaan. Masing-masing Tuhan mesti berkeinginan untuk berkuasa. Yang terjadi nantinya akan berbenturan kekuatan.

Di dunia ini, masing-masing negara yang mempunyai pemimpin pun saling mengadu kekuatan. Merasa dialah seorang pemimpin yang paling benar dan berkuasa. Namun, jika masing-masing pemimpin meyakini adanya Allah sebagai puncak pemimpin yang paling mutlak, mereka akan mempunyai satu tujuan. Yakni, kepemimpinan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt.

Baca Juga: Refleksi Hardiknas

Allah Swt telah menciptakan dunia dan seisinya disertai dengan hukum-hukum-Nya. Seorang pemimpin yang tidak mengatur wilayah kepemimpinannya dengan aturan Allah, maka dia tidak akan selamat. Di akhirat akan sengsara karena tidak meyakini adanya syariat Islam sebagai satu-satunya aturan Allah.

Dalam ayat lain, disebutkan bahwa kita umat manusia diwajibkan untuk masuk kedalam Islam secara kaffah (keseluruhan). Seruan ini terdapat dalam firman Allah Swt dalam QS. Al-Baqarah: 208. Di ayat ini kita manusia diuji apakah kita termasuk orang-orang yang beriman atau tidak.

Ayat ini hanya menyeru kepada orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang meyakini adanya Allah Swt beserta aturan-Nya. Setiap manusia diseru untuk mengamalkan ajaran Islam. Mereka tidak boleh ragu-ragu masuk ke dalam agama Islam dan harus mentaati seluruh aturan Allah ini. Tidak boleh setengah-setengah, agar kita terhindar dari langkah-langkah setan.

Tentu seluruh manusia yang hidup di dunia tidak menginginkan digoda oleh setan yang terkutuk. Sebab setan adalah musuh yang nyata, baik setan itu bersifat gaib maupun nyata. Setan yang nyata tentu berwujud manusia. Mereka yang mengingkari ayat-ayat-Nya tentu terjerumus ke dalam godaan setan.

Untuk itu, kita wajib berpegang teguh pada tali agama Allah Swt. Wajib masuk ke dalam Islam secara keseluruhan dan tidak boleh ada keraguan di dalamnya. Sebab tuhan kita adalah sama. Dialah Tuhanku dan Tuhanmu.

Dengan menyadari bahwa tuhan kita sama dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an, kita akan mempunyai keyakinan yang sama. Sehingga kita menjadi insan yang bertakwa dan taat kepada seluruh hukum-hukum-Nya. Adanya satu Tuhan tentu akan memudahkan kita dalam belajar dan menaati seluruh aturan-Nya.

Wallahu a’lam bishawab.[]

Serang Banten, 5 Mei 2026

Penulis. Dewi Kusuma

(Pemerhati Umat)