Akses Pendidikan di Kota Bangun Darat Jadi Sorotan, Pemkab Kukar Janji Perbaikan Bertahap

Kondisi jalan di Kota Bangun Darat yang rusak (Istimewa)

CATATAN.CO, TENGGARONG – Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan siswa SMP di Dusun Ketapang, Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara (Kukar) viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak para pelajar harus melewati jalan berlumpur dan tanjakan curam demi bisa sampai ke sekolah.

Kondisi ini menuai simpati publik sekaligus sorotan terhadap infrastruktur jalan yang menjadi akses utama warga menuju ibu kota kecamatan.

Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, membenarkan bahwa jalan tersebut merupakan jalur utama masyarakat Dusun Ketapang. Menurutnya, perbaikan ruas ini sudah masuk daftar prioritas pembangunan.

“Benar, itu jalan dusun menuju ibu kota kecamatan. Saat ini masuk prioritas kedua setelah jalan poros utama Sukabumi–Sedulang–Kedang Ipil–Wonosari,” ujar Julkifli, Selasa (5/8).

Ia menjelaskan, jalan Dusun Ketapang memiliki panjang sekitar 6 kilometer dan menjadi satu-satunya akses anak-anak menuju SMP dan SMA di Kedang Ipil. Namun, karena keterbatasan anggaran, pemerintah lebih dulu menuntaskan jalan poros Sedulang–Kedang Ipil yang menjadi jalur penghubung antarkecamatan dan kabupaten.

“Sekarang tinggal sisa jalan Sedulang ke Kedang Ipil yang menjadi prioritas pertama. Target kami, jalan Dusun Ketapang bisa diusulkan melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kaltim untuk dikerjakan tahun 2026,” jelasnya.

Meski demikian, perbaikan sementara sudah dilakukan. Julkifli menyebut PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) membantu meratakan jalan dengan alat grader sehingga kondisi saat ini lebih baik dan bisa dilalui.

“Kami akan terus berkoordinasi agar jalan bisa diratakan dan lebih aman dilewati, terutama untuk anak-anak sekolah,” imbuhnya.

Dari sisi pemerintah kabupaten, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Linda Juniarti memastikan bahwa pembangunan infrastruktur di Kota Bangun Darat tetap menjadi perhatian.

“Tahun ini fokus pada semenisasi jalan Wonosari–Kedang Ipil dengan pagu sekitar Rp 1,6 miliar. Untuk jalan Dusun Ketapang belum bisa dikerjakan karena adanya efisiensi, tetapi tetap menjadi perhatian kami,” jelas Linda.

Linda menambahkan, mengingat panjangnya ruas jalan di Kota Bangun Darat dan kerusakan yang cukup banyak, penanganan dilakukan secara bertahap hingga 2027.

“Setiap tahun kami targetkan sekitar 3 kilometer jalan bisa disemenisasi, ditambah pembangunan jembatan bentang pendek agar jalur tetap fungsional. Jadi meski bertahap, akses akan terus kami benahi,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat tetap sabar menunggu proses pembangunan. “Akses ini penting bagi warga, kami pastikan tetap menjadi prioritas dan dikerjakan sesuai kemampuan anggaran,” tutup Linda. (adv)