Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Genjot Deteksi Dini Lewat Skrining Gratis

Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Genjot Deteksi Dini Lewat Skrining Gratis
Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Genjot Deteksi Dini Lewat Skrining Gratis

Catatan.co SAMARINDA – Samarinda masih menghadapi tantangan serius dalam menekan penyebaran tuberkulosis (TBC).

Penyakit menular yang menyerang paru-paru itu kembali mencatat angka kasus cukup tinggi sepanjang tahun 2025.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda melaporkan, sejak Januari hingga Agustus 2025 tercatat 1.645 kasus baru dari 11.447 warga yang menjalani pemeriksaan TBC.

Situasi ini bahkan makin memprihatinkan karena hingga September, 44 warga telah meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Kondisi ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengambil langkah tegas dengan memperkuat program deteksi dini.

Strategi ini dipandang sebagai kunci utama untuk mengurangi penularan sekaligus menekan angka kematian.

Fokus pada Active Case Finding

Kepala Dinkes Samarinda, Ismid Kusasih, menegaskan bahwa pihaknya kini menggencarkan program Active Case Finding (ACF) atau pencarian kasus aktif.

Melalui langkah ini, tenaga kesehatan diturunkan langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan skrining terhadap masyarakat yang berisiko.

“Kita mencontoh dari negara-negara maju. Prinsipnya, temukan kasus secepat mungkin lalu segera obati. Dengan begitu rantai penularan bisa diputus,” ujarnya pada Senin (15/9/2025).

Ismid mengakui, upaya deteksi ini belum sepenuhnya optimal.

Tingkat penemuan kasus masih berada di bawah 70 persen.

Namun, ia memastikan bahwa pemerintah akan terus mempercepat proses skrining.

Apalagi, TBC saat ini masuk dalam program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Faktor Lingkungan dan Perilaku

Selain aspek medis, Dinkes juga menyoroti faktor lingkungan dan perilaku hidup masyarakat.

Pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan rumah, serta menggunakan alat pelindung diri seperti masker menjadi langkah sederhana namun penting dalam pencegahan.

“Penularan TBC itu lewat pernapasan. Jadi kebersihan lingkungan dan penggunaan pelindung diri sangat berpengaruh,” tambah Ismid.

Akses Gratis untuk Skrining

Untuk mempermudah masyarakat, pemerintah juga menyiapkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh puskesmas.

Program ini kini sudah mencakup pemeriksaan TBC.

Warga cukup datang dengan membawa identitas diri untuk mendapatkan pelayanan.

“Jangan tunggu gejala semakin parah. Kalau batuk lebih dari dua minggu atau ada keluhan mencurigakan, segera periksa. Lebih cepat ditemukan, lebih cepat pula bisa sembuh,” pungkasnya.