Mahasiswa PKL Fasya UINSI Samarinda Gelar Sosialisasi Edukatif tentang Kesadaran Hukum Lingkungan

Catatan.co, Samarinda – Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) MBK Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah (Fasya) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melaksanakan kegiatan sosial bertema ‘Memupuk Kesadaran Hukum, Masyarakat Ramah Lingkungan’ di Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarina. Kegiatan ini tak sekadar ajang praktik lapangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam membangun kesadaran hukum dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Jurusan Pidana Politik Islam (PPI), Dewi Maryam, S.H., M.H., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Dewi menekankan pentingnya masyarakat memahami dimensi hukum dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kesadaran hukum adalah pondasi untuk menciptakan perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan memahami aturan, masyarakat akan lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga,” ujar Dewi Maryam. Kamis (09/10/2025)

Dewi juga menyoroti relevansi kegiatan ini dengan Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 5 Tahun 2021 tentang perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah. Menurutnya, kegiatan mahasiswa ini merupakan implementasi nyata dari regulasi tersebut.

“Apa yang dilakukan mahasiswa ini adalah bentuk penerapan langsung dari kebijakan daerah. Mereka menjadi jembatan antara ilmu hukum dan praktik sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam sesi diskusi, Dewi mengajak warga untuk mengaktifkan kembali bank-bank sampah plastik di beberapa RT di Kelurahan Sangkotek. Program ini diharapkan menjadi percontohan ‘kampung ramah lingkungan’ dengan cara memanfaatkan limbah plastik menjadi bahan produktif, seperti ‘paving block’.

Lebih lanjut Dewi menuturkan, bahwa dari tiga kilogram sampah plastik yang dilebur, dapat dihasilkan satu buah paving block yang dapat digunakan sebagai alas jalan sempit di lingkungan warga.

“Dengan mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna, kita tidak hanya mengurangi pencemaran, tapi juga menciptakan nilai ekonomi baru. Ini bagian dari ekosistem hukum yang mengatur hak dan kewajiban masyarakat terhadap lingkungan hidup,” terangnya.

Kegiatan sosialisasi ini juga didampingi oleh pihak Kelurahan Sangkotek melalui Nurdin, S.H., selaku Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan. Ia memberikan apresiasi kepada mahasiswa UINSI yang telah membawa pendekatan edukatif dan solutif kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan inspirasi nyata dalam menanggulangi persoalan sampah di lingkungan permukiman padat.

Kegiatan ditutup dengan demonstrasi pembuatan ‘paving block’ berbahan dasar sampah plastik yang dilebur. Mahasiswa menampilkan proses pembuatan secara langsung di hadapan warga untuk menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga tentang kesadaran hukum, inovasi, dan tanggung jawab sosial.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah UINSI Samarinda menegaskan perannya dalam membentuk generasi akademik yang tidak hanya paham teori hukum, tetapi juga mampu menyalurkan manfaatnya secara nyata di tengah masyarakat.