PMII Kaltim 2025–2027 Resmi Dilantik, Pemprov dan Pemkab Kukar Dorong Sinergi Pembangunan

Pelantikan PKC PMII Kaltim 2025-2027 di Pendopo Odah Etam

CATATAN.CO, TENGGARONG – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Timur (Kaltim) masa khidmat 2025–2027 resmi dilantik di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Sabtu (4/10/2025) malam.

PKC PMII Kaltim ini dinahkodai Said Abdillah, Sekretaris Saijah Ghani dan Bendahara Sukiman. Mereka resmi memimpin PKC PMII Kaltim usai dilantik oleh Ketua Umum PB PMII M. Shofiyullah Cokro.

Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji serta Asisten III Setkab Kutai Kartanegara (Kukar) Dafip Haryanto yang hadir mewakili Bupati Kukar, serta Ketua IKA PMII Kaltim, Syafruddin.

Pada kesempatan ini, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengingatkan pentingnya menjaga semangat pergerakan yang menjadi jati diri PMII. Ia berharap organisasi tersebut tetap aktif memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa.

“Gerbong PMII harus terus berada di depan, menjadi bagian dari pergerakan yang memberi kritik konstruktif kepada pemerintah, baik di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi. Kita harus memastikan pemerintahan berjalan di jalur yang benar,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten III Setkab Kukar Dafip Haryanto menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada pengurus baru. Ia berharap kepengurusan PKC PMII Kaltim dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan di berbagai sektor.

“Atas nama Pemkab Kukar, saya mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus PKC PMII Kaltim 2025–2027. Semoga momentum ini memperkuat semangat pengabdian PMII dan mempererat kemitraan dengan pemerintah,” ujarnya.

Dafip menambahkan, PMII memiliki peran penting sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Ia juga mendorong agar program kerja organisasi mahasiswa ini dapat bersinergi dengan program prioritas Pemkab Kukar, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Pemerintah sangat membutuhkan kontrol sosial dari gerakan mahasiswa seperti PMII. Dengan sinergi yang baik, penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan akan berjalan lebih efektif,” tambahnya. (adv)