Catatan.co – Keamanan Rakyat Tergadai, Tanda Negara Abai. Seorang pria berinisial DW (43) tiba-tiba menyerang dan menusuk leher seorang pemuda berinisial S (19) di Cikarang Pusat, Bekasi. Penusukan ini dilakukan menggunakan obeng hingga korban terluka. Pelakunya sempat menjadi sasaran amuk massa. “Pelaku dipukuli massa dan mengalami luka sobek di bagian kepala,” Kata Kapolsek Cikarang Pusat AKP Elia Umboh. (https://share.google/Dgszd6ucpIbgSIqYR)
Selain itu, seorang karyawan menjadi korban pembegalan di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Motor milik korban raib dibawa kabur oleh pelaku yang diduga membawa senjata api. Dari video viral yang dilihat Okezone, tampak korban dipepet pelaku hingga terjatuh. Korban sempat berupaya meminta tolong. “Motor korban diambil pelaku,” kata Kapolsek Babelan, Kompol Wito dikutip Sabtu (15/11/2025). (https://share.google/n0HOFWVOGQXWKJ2k5)
Keamanan Mahal
Keamanan masih menjadi barang mahal di negeri ini. Tak semua rakyat mendapatkan pengamanan dari negara. Banyak rakyat yang menjadi korban aksi kriminalitas. Namun, yang menjadi pertanyaan apa yang menjadi penyebab tingginya kriminalitas di negeri ini?
Pertama, tingkat keimanan individu yang lemah. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh pemahaman yang dimiliki. Seseorang melakukan kriminalitas karena lemahnya keimanan individu. Dia tidak mampu menahan nafsu dirinya untuk tidak melakukan tindakan kriminal. Jelas, aksi kriminalitas adalah tindakan yang merugikan masyarakat dan tidak sedikit korbannya mengalami luka-luka bahkan berujung kematian.
Hal ini di perparah dengan paham sekularisme yang dianut oleh bangsa ini. Sekularisme adalah paham yang memisahkan agama dengan kehidupan. Dalam paham sekuler, agama haram mengatur urusan pribadi. Inilah yang membuat tindakan kriminal yang dilakukan oleh seseorang makin menjadi-jadi.
Kedua, tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi. Pengangguran dan kemiskinan di negara kita masih menjadi PR besar. Penguasa negeri ini harus berbenah diri agar dua kasus ini tak makin menjadi. Data terbaru yang di rilis BPS bulan November 2025, jumlah pengangguran mencapai 7,46 juta menurut survei yang dilakukan pada Agustus 2025. Tingkat pengangguran per Agustus 2025 mencapai 4,85%. (Konta.co.id, 10/11/2025)
Tingginya pengangguran linier dengan tingkat kemiskinan yang ada di negeri ini. Masyarakat miskin yang ada di negeri ini sudah mencapai 23,85 juta orang pada Maret 2025 (Kompas.com, 04/10/2025).
Dari pengangguran dan kemiskinan inilah seseorang melakukan aksi kriminalitas untuk bertahan hidup. Menurut mereka, inilah jalan satu-satunya agar mereka bisa bertahan terutama di kota-kota besar. Kasus begal, perampokan, pencurian, merupakan contoh aksi kriminalitas yang mengambil harta korban agar pelaku bisa bertahan hidup. Bahkan, tidak sedikit dari prilaku kriminalitas yang menjadikan aksi kriminal ini sebagai profesi. Sebagai contoh adalah pembunuh bayaran.
Ketiga, sanksi yang lemah dari negara. Sanksi yang dijatuhkan kepada pelaku kriminalitas sangatlah lemah. Hal ini membuat pelaku tidak jera dan membuat orang lain melakukan aksi kriminalitas yang sama. Hal inilah yang membuat angka kriminalitas dari hari ke hari makin tinggi.
Keempat, komersialisasi sistem keamanan. Perumahan-perumahan mewah di negeri ini dari hari ke hari jumlahnya makin menjamur. Harganya sangat fantastis dengan tingkat pengamanan yang cukup tinggi dan berlapis. Tidak semua orang mampu membeli perumahan yang seperti ini.
Baca Juga: Pernikahan Menakutkan
Hal ini kontras dengan kondisi rumah rakyat yang ada di kampung. Tidak ada pengamanan yang mumpuni. Mereka hanya bisa mengamankan diri mereka sendiri.
Inilah kondisi negara kita saat ini. Sistem keamanan menjadi barang mahal yang tidak semua rakyat dapat menjangkaunya. Bagi mereka yang punya kantong tebal dapat membeli sistem keamanan sesuai dengan keinginan. Namun, bagi rakyat yang tidak punya modal mereka hanya bisa gigit jari.
Komersialisasi sistem keamanan telah menjangkiti negeri ini. Akibatnya aksi kriminalitas makin menjamur, karena tidak ada penjagaan yang ketat.
Kelima, abainya peran negara. Kriminalitas hari ini diperparah dengan abainya peran negara. Negara seolah berlepas tangan dengan kriminalitas yang terjadi di negara ini. Inilah keamanan di dalam sistem kapitalisme hari ini. Belum semua rakyat merasakan keamanan di negeri ini.
Butuh sistem alternatif agar semua rakyat merasakan hidup aman dengan jaminan keamanan dari negara. Sistem yang mampu menjamin keamanan rakyat tanpa komersial adalah sistem Islam. Pasalnya, dalam sistem Islam pengurusan rakyat adalah kewajiban yang diemban oleh penguasa.
Sistem Islam Menjamin Keamanan Masyarakat
Sistem Islam menjamin kebutuhan pokok setiap rakyat. Kebutuhan pokok dalam sistem Islam ada dua, yakni kebutuhan pokok berupa barang (sandang, pangan, dan papan) serta kebutuhan pokok berupa jasa (pendidikan, kesehatan, dan keamanan). Kedua kebutuhan pokok ini dipenuhi oleh negara untuk setiap warga negaranya tanpa terkecuali, baik miskin maupun kaya dan muslim maupun nonmuslim.
Keamanan adalah salah satu kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi oleh negara. Dalil tentang keamanan adalah hadis Rasulullah saw., “Barang siapa yang ketika memasuki pagi hari mendapati keadaan aman kelompoknya, sehat badannya, memiliki bahan makanan untuk hari itu maka seolah-olah dunia telah menjadi miliknya.” (HR. Tirmidzi)
Adapun dalil bahwa yang menjamin terpenuhinya keamanan adalah negara, hal ini sebagaimana tindakan Rasulullah saw. yang bertindak sebagai kepala negara. Beliau memberikan keamanan kepada setiap warga negara (muslim dan kafir dzimmy) sebagaimana sabdanya, “Sesungguhnya aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan ‘Laa Ilaha illahu Muhammadur Rasulullah’. Apabila mereka telah melakukannya (masuk Islam dan tunduk kepada aturan Islam) maka terpelihara oleh-Ku darah-darah mereka, harta-harta mereka kecuali dengan jalan yang hak. Dan hisabnya terserah kepada Allah.” (HR. Muslim)
Mekanisme untuk menjamin keamanan setiap warga masyarakat adalah dengan jalan menerapkan aturan yang tegas. Siapa saja yang melakukan kriminalitas yang mengganggu keamanan jiwa, darah, dan orang lain maka akan mendapatkan sanksi yang tegas dan tidak pandang bulu. Sebagai contoh, siapa saja yang mengganggu keamanan jiwa orang lain dengan jalan membunuh maka orang tersebut menurut Islam akan mendapatkan sanksi berupa qishas. Qishas adalah hukuman yang setimpal kepada orang yang melakukan aksi kriminalitas tersebut.
Demikianlah sistem Islam menjamin keamanan bagi masyarakat. Hal ini adalah kewajiban negara serta bagian dari tugas negara sebagai pemelihara dan pengatur urusan rakyat. Negaralah yang melaksanakan dan menerapkannya berdasarkan syariat Islam.
Wallahu a’lam bishawab.[]
Penulis: Lia Ummu Thoriq Aktivis
Muslimah Peduli Generasi




