Perkuat Kualitas Keluarga, Selamat Ari Wibowo Dorong Pemahaman Perda Ketahanan Keluarga di Perjiwa

Catatan.co, Kutai Kartanegara – Upaya penguatan keluarga di Kalimantan Timur kembali ditegaskan melalui kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah Ke-11 Tahun 2025 yang menghadirkan Selamat Ari Wibowo, S.Pd sebagai pelaksana kegiatan untuk wilayah IV Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan yang mengangkat Perda Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga ini digelar pada Minggu (16/11/2025) di Desa Perjiwa.

Pelaksanaan sosialisasi berlangsung di Kantor Desa Perjiwa RT 001, Kecamatan Tenggarong Seberang, dengan moderator Dedy Irawan. Pada awal acara, Selamat Ari Wibowo menegaskan kembali pentingnya keluarga sebagai unit sosial terkecil yang wajib diperkuat.

“Perda ini harus dipahami oleh masyarakat karena ketahanan keluarga adalah fondasi utama pembangunan daerah kita. Kalau keluarganya kuat, maka masyarakat dan daerah juga akan kuat,” ucapnya.

Sebagai narasumber pertama, Dedi Efendi menjelaskan bahwa Perda Ketahanan Keluarga menjadi acuan utama dalam perencanaan pembangunan sosial di tingkat desa hingga provinsi. Ia memaparkan bahwa tantangan keluarga saat ini semakin kompleks, sehingga perlu ada pedoman yang jelas agar masyarakat mampu menghadapi perubahan zaman.

Dalam sesi berikutnya, Alauddin sebagai narasumber kedua menyoroti pentingnya tata kelola keluarga yang harmonis. Menurutnya, ketahanan keluarga tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi, tetapi juga dari bagaimana keluarga membangun komunikasi, saling mendukung, serta membentuk karakter positif bagi generasi muda.

Selamat Ari Wibowo turut mengingatkan bahwa sosialisasi ini bukan seremonial semata, tetapi merupakan tanggung jawab DPRD dalam memastikan masyarakat memahami regulasi yang dibuat.

“Sosialisasi semacam ini penting agar aturan tidak hanya berhenti sebagai dokumen hukum, tetapi benar-benar dipahami dan diterapkan oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia kemudian menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Perjiwa yang hadir dan aktif berdialog dalam kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi antusiasme warga Desa Perjiwa. Partisipasi aktif seperti ini menandakan bahwa masyarakat memiliki kepedulian tinggi terhadap kualitas keluarganya,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut ditutup dengan sesi diskusi terbuka. Warga menanyakan berbagai hal, mulai dari implementasi Perda hingga program pemberdayaan keluarga. Dalam penutupnya, Selamat mengungkapkan harapannya.

“Harapan saya, setelah sosialisasi ini, setiap keluarga di Kutai Kartanegara semakin kuat, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks,” tandasnya.