Catatan.co Samarinda – Persoalan banjir yang terus berulang di sejumlah sekolah di Samarinda kembali menjadi sorotan.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menilai kondisi tersebut tidak boleh lagi dipandang sebagai hal biasa, melainkan sebagai masalah serius yang harus segera ditangani pemerintah kota.
Sorotan ini muncul setelah SMP Negeri 24 di Jalan Suryanata kembali terendam air akibat hujan deras beberapa hari lalu.
Genangan tersebut membuat aktivitas belajar terganggu dan menambah daftar panjang sekolah yang menjadi langganan banjir di Kota Tepian.
Menurut Anhar, kejadian ini bukan kasus baru.
Hampir setiap kali hujan deras mengguyur Samarinda, sekolah tersebut terendam. Padahal, kata dia, pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk penanggulangan banjir.
Bahkan, isu banjir selama ini dijadikan program prioritas pembangunan.
“Kalau anggarannya sudah besar, tapi sekolah masih kebanjiran, ini menandakan ada yang tidak tepat dalam pelaksanaan. Seharusnya tidak ada lagi sekolah yang tenggelam gara-gara banjir,” tegas Anhar pada Minggu (15/9/2025).
Politisi DPRD Samarinda itu menekankan bahwa banjir di sekolah bukan sekadar catatan tahunan.
Dia menilai hal ini berimplikasi langsung terhadap kualitas pendidikan, karena siswa dan guru tidak bisa menjalankan kegiatan belajar-mengajar dengan optimal.
“Ini masalah krusial. Pemerintah jangan hanya menunggu laporan atau menjadikannya data rutin, tetapi harus ada eksekusi nyata di lapangan,” ujarnya.
Anhar mendesak agar Pemerintah Kota Samarinda segera mencari solusi permanen.
Mulai dari perbaikan drainase, normalisasi saluran air di sekitar kawasan sekolah, hingga program penanganan banjir yang lebih terarah dan tepat sasaran.
Ia juga menegaskan bahwa DPRD akan terus melakukan pengawasan agar pemerintah tidak hanya menjadikan program penanggulangan banjir sebagai jargon, melainkan benar-benar memastikan siswa mendapatkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
“Kami akan kawal persoalan ini. Jangan sampai anak-anak kehilangan hak belajarnya hanya karena ruang kelas tergenang banjir,” pungkasnya.




