CATATAN.CO, TENGGARONG – Pemerintah Desa (Pemdes) Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, menyiapkan langkah konkret mewujudkan pengelolaan sampah mandiri. Tahun ini, desa berencana meluncurkan mesin incinerator atau pembakar sampah yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi kebersihan lingkungan.
Kepala Desa Loa Lepu, Sumali, mengatakan proses pengadaan mesin incinerator masih berjalan dan ditargetkan bisa mulai beroperasi pada 2025.
“Kami ingin pengelolaan sampah cukup dilakukan di dalam desa. Truk sampah tidak perlu lagi masuk, dan sampah kami tidak lagi dibuang keluar,” kata Sumali, Minggu (14/9/2025).
Menurutnya, keberadaan mesin tersebut akan memutus ketergantungan desa terhadap layanan pengangkutan sampah dari luar maupun pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Sebagai langkah pendukung, desa telah membentuk Bank Sampah dan menugaskan petugas khusus untuk mengumpulkan sampah dari rumah warga. Sampah yang terkumpul sementara disimpan di bak penampungan sekitar kantor desa sebelum diolah.
Sumali menegaskan, pengelolaan sampah menjadi prioritas dalam rencana pembangunan desa wisata. Kebersihan lingkungan dinilai menjadi syarat penting untuk menarik wisatawan dan menciptakan kawasan yang berkelanjutan.
“Kalau ingin jadi desa wisata, ya harus bersih. Sekarang kami sudah mulai menata dan membersihkan lingkungan, terutama dari sampah rumah tangga,” ujarnya. (adv)




