Catatan.co – Pilih Jalan Yang Mana?
Hari terus bergulir
Usia pun terus mengalir
Kesempatan hidup janganlah hilang tanpa arah
Sinarilah dengan tetap taat syariat
Sahabatku semua, semoga kita senantiasa bersemangat
Selalu ceria dan sehat
Menyongsong hari dengan penuh taat
kepada-Nya kita akan kembali untuk beristirahat
Yuk kembali kita meluangkan waktu sejenak
Kembali bersama menunaikan kewajiban ber- thalabul ilmi. Agar kehidupan kita lebih baik lagi
Dalam satu langkah untuk menambah bekal akhirat
Kali ini, kita bersama untuk belajar memahami ayat-ayat Al-Qur’an dalam QS. Al-Insan
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al -Insan: 2
Bismillahirrahmanirrahim
اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًا ۢ بَصِيْرًا ٢
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur. Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan) sehingga menjadikannya dapat mendengar dan melihat.”
Setiap insan yang telah Allah Swt. ciptakan akan mendapatkan ujian
Untuk itu kita senantiasa waspada Jangan sampai ujian yang Allah Swt. berikan untuk kita mendatangkan kehinaan
Pentingnya kita untuk selalu belajar dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya
Memohon petunjuk-Nya agar dilimpahkan karunia dan rahmat-Nya Sehingga ujian yang Allah Swt. berikan menyelamatkan kita dari kehancuran
Wajib untuk menaati syari’at-Nya
Apa pun yang Allah perintahkan wajib untuk ditaati
Sedangkan segala hal yang dilarang-Nya jangan sampai kita terjerumus menjalankannya
Semua larangan-Nya wajib untuk dihindari
Adanya perintah dan larangan ini untuk menyelamatkan kita Dengan belajar memahami ayat-ayat Al-Qur’an maka kita akan memahami maknanya
Mana yang menjadi larangan-Nya dan apa yang menjadi perintah-perintah-Nya
Seluruh perintah-perintah-Nya wajib kita jalankan
Di antara perintah-perintah-Nya adalah perintah untuk salat 5 waktu
Puasa di bulan Ramadan, berdakwah, belajar, berjihad, membela agama Allah Swt. dll
Kebiadaban Israel terhadap warga Palestina belumlah usai Hal ini menjadi tanggung jawab kita umat Muslim Wajib bagi kita mengentaskan kezaliman dan penderitaan yang dialami saudara kita di sana
Dengan kita dapat melihat dan mendengar, maka derita saudara Muslim di Palestina pun sampai kepada kita
Tentu kita masih ingat bahwa kaum Muslim itu ibarat satu tubuh
Maka segala penderitaan saudara kita di Palestina, kita pun ikut merasakannya.
Baca Juga: Judi Online
Umat Islam wajib bersatu dan menyuarakan deritanya Tidak boleh hanya berdiam diri
Kita wajib berupaya untuk menumpaskan segala penderitaannya Penguasa Muslim wajib mengirimkan tentara pilihannya untuk berjihad.
Kita bersama melangkah membela agama Allah Wajib untuk menegakkan hukum-hukum-Nya Menegakkan kembali cahaya Islam menerangi dunia
Sebab Islam adalah agama yang menjadi rahmat bagi seluruh alam
Seluruh problematika kehidupan pun akan tuntas teratasi
Dalam QS. Al-Insan: 3 dan 4 Allah Swt. berfirman:
هَدَيْنٰهُ السَّبِيْلَ اِمَّا شَاكِرًا وَّاِمَّا كَفُوْرًا ٣
“Sesungguhnya Kami telah menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus); ada yang bersyukur dan ada pula yang sangat kufur.”
اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ سَلٰسِلَا۟ وَاَغْلٰلًا وَّسَعِيْرًا ٤
“Sesungguhnya Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu, dan api (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).”
Dari ayat tersebut kita pahami bahwa Allah Swt. telah menyediakan jalan yang lurus
Jika kita menaati-Nya itu adalah pilihan yang tepat
Tentunya wajib bagi kita untuk bersyukur dalam memilih jalan yang tepat ini
Agar Allah Swt melimpahkan keberkahan, rahmat, dan rida-Nya sehingga kita ditempatkan di Jannah-Nya
Adapun jika kita kufur, tidak taat terhadap hukum-hukum-Nya maka Allah Swt. menyediakan tempat dalam gejolak api neraka yang menyala-nyala Astaghfirullah, semoga Allah senantiasa menjauh kita dari siksa api neraka
Selagi napas masih melegakan kalbu, wajib bagi kita untuk menjadi insan yang taat dan bertakwa
Dengan memilih taat terhadap syari’at-Nya, berarti kita telah memilih jalan yang tepat
Jalan yang lurus dan penuh kenikmatan
Jannah-Nya akan kita dapatkan.
Wallahualam bishawab.
Penulis: Dewi Kusuma
(Pemerhati Umat)




